Warga Negara Indonesia

Masalah kewarganegaraan Republik Indonesia yang baru diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Sebelumnya masalah kewarganegaraan pernah diatur baik dalam bentuk udang-undang maupun persetujuan. Menurut Pasal 2 UU Nomor 12 Tahun 2006, yang menjadi warga negara Indonesia adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Sedangkan yang dimaksud dengan bangsa Indonesia asli adalah orang Indonesia yang menjadi warga negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain atas kehendak sendiri.

Menurut UU Nomor 12 Tahun 2006, yang menjadi warga negara Indonesia adalah:

  1. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau berdasarkan perjanjian Pemerintah Republik Indonesia dengan negara lain sebelum Undang-Undang ini berlaku sudah menjadi warga negara Indonesia.
  2. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu warga negara Indonesia.
  3. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara Indonesia dan ibu warga negara asing.
  4. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara asing dan ibu warga negara Indonesia.
  5. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara Indonesia, tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum asal negara ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut.
  6. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya warga negara Indonesia.
  7. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara Indonesia.
  8. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara asing yang diakui oleh seorang ayah warga negara Indonesia sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 tahun atau belum kawin.
  9. Anak yang lahir di wilayah Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
  10. Anak yang lahir yang baru ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui.
  11. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya.
  12. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia dari seorang ayah dan ibu warga negara Indonesia yang karena ketentuan dari negara anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan.
  13. Anak dari seorang ayah dan ibu yang tidak dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.
  14. Anak warga negara Indonesia yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 tahun atau belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing.
  15. Anak warga negara Indonesia yang belum berusia 5 tahun diangkat secara sah sebagai anak oleh warga negara asing berdasarkan penetapan pengadilan.

Untuk melengkapi informasi UU No.12 Tahun 2006 silakan klik link ini.

Pertunjukan Musik

A. Pengertian Pertunjukkan Musik
Pertunjukan musik merupakan suatu penyajian fenomena bunyi yang disajikan dalam bentuk musik yang berkualitas untuk dapat didengar dan dinikmati oleh manusia. Karena musik memiliki jiwa, hati, pikiran, dan kerangka sebagai penyangga tubuh layaknya seorang manusia, pertunjukan musik sebagai salah satu budaya dari manusia yang lahir dari perasaan dan hasil ungkapan yang berbentuk ucapan. Musik dapat menimbulkan suasana yang menyenangkan sehingga seseorang akan hanyut oleh alunan suara musik. Penyajian pertunjukan musik dalam waktu yang tepat dapat menimbulkan daya tarik terhadap musik sehingga dapat menimbulkan kepuasan batin yang luar biasa, perasaan senang, dan gembira.

B. Bentuk-Bentuk Penyajian Musik
Dalam musik terdapat beberapa bentuk penyajian yang berkaitan erat dengan tujuan serta jenis musik yang disajikan. Secara garis besar, bentuk-bentuk penyajian musik tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok seperti berikut ini :

1. Penyajian musik tunggal
Penyajian musik tunggal, yakni bentuk penyajian musik yang menampilkan seorang sirkus dalam memainkan alat musik tertentu. Misal penampilan piano tunggal, penampilan gitar tunggal, penampilan organ tunggal, penampilan biola tunggal, dan sebagainya.

2. Penyajian kelompok musik terbatas
Yang dimaksud penyajian musik terbatas adalah penyajian kelompok musik seriosa dalam bentuk duet alat musik, bentuk-bentuk trio, kuartet, atau kuintet alat musik sampai dengan bentuk ensambel terbatas sifat penyajian musik seperti ini tidak jauh berbeda dari penyajian musik sebelumnya, yakni terkesan formal dan penonton harus benar-benar disiplin.

3. Penyajian musik orkestra yang dihadiri oleh penikmat yang jumlahnya jauh lebih besar
Penyajian musik orkestra ini, meskipun masih memiliki sifat formal dan disiplin tinggi, namun dihadiri oleh jumlah penonton yang jauh lebih besar daridapa penyajian musik lainnya. Bentuk-bentuk orkestra besar seperti orkes pilharmoni, orkes simfoni, dan sejenisnya. Untuk menampilkan bentuk penyajian musik seperti ini diperlukan ruang yang cukup besar serta tata akustik gedung yang sangat baik.

4. Penyajian musik elektrik
Penyajian musik elektrik, yakni penyajian kelompok musik dengan menggunakan perlengkapan atau alat-alat musik elektrik berkekuatan tinggi. Penyajian musik elektrik berkekuatan tinggi ini sangat berbeda dari penyajian musik sebelumnya yang ditampilkan di dalam ruang tertutup, penyajian jenis musik dapat dilakukan di udara terbuka dengan jumlah penonton yang bisa mencapai ribuan orang. Penyajian dan kelompok-kelompok band ternama pada umumnya menggunakan bentuk penyajian musik seperti ini. Sifat dari penyajian musik ini tidak formal dan penonton boleh saja berteriak-teriak atau ikut menyanyi bersama penyanyi yang sedang tampil di atas pentas.

C. Persiapan Pertunjukan Musik
Proses akhir dari pembelajaran seni adalah penyajian karya seni, baik secara perseorangan ataupun kelompok. Setelah anda mengikuti rangkaian pembelajaran teori dan apresiasi seni musik, anda diharuska menampilkan karya musik. Proses penampilan karya musik ini tentu saja harus melalui rangkaian kegiatan yang terorganisasi sehingga proses penampilan musik bisa baik dan terarah. Kegiatan yang harus dilakukan untuk mempersiapkan sebuah pementasan musik meliputi kegiatan pengorganisasian pertunjukan, pemilihan dan penyusunan karya musik yang akan ditampilkan, latihan-latihan memainkan musik secara bersama, melaksanakan pertunjukan musik, dan akhirnya evaluasi kegiatan pertunjukan.

Menyajikan karya musik merupakan hal yang pada umumnya ditunggu setelah melaksanakan proses belajar. Sebagian besar orang ingin menampilkan hasil belajarnya tanpa mempertimbangkan aspek-aspek lain yang berkaitan dengan pementasan. Dalam pikiran mereka biasanya terbanyang penampilan seperti layaknya penyanyi atau pemusik terkenal ketika beraksi di hadapan publiknya. Hal tersebut tidak dapat sepenuhnya disalahkan karena selayaknya seperti itulah proses penampilan musik. Hal-hal yang menentukan keberhasilan sebuah pementasan musik diantaranya kemampuan teknis, seorang pemusik dituntut pula untuk mampu berkomunikasi dengan publiknya, baik secara verbal (dengan ucapan dan kalimat-kalimat biasa) maupun secara nonverbal melalui karya musik yang dimainkannya. Kemampuan berkomunikasi ini tidak lantas muncul begitu saja dalam diri pemusik, ia harus mempersiapkan dirinya terlebih dahulu dari berbagai aspek, seperti bagaimana ia bersikap pada saat memaikan atau penampilan karya musik, bepakaian, memasuki pentas, berjalan di atas pentas, memperlakukan alat-alat musik, mengatasi rasa gugup ketika berhadapan dengan publik, dan sebagainya. Hal-hal tersebut sudah seharusnya dilatih secara cermat oleh setiap pemusik dan penyanyi.

D. Proses Pesiapan Pertunjukan Musik Berdasarkan Jenis Lagu, Urutan, dan Durasi Waktu
Suatu pertujukan seni musik biasanya kompleks, banyak resiko, penuh ketidakpastian. Semakin besar kegiatan, semakin kompleks, dan semakin besar ketidakpastianya. Agar harapan atau sasaran suatu pertunjukan musik tercapai, maka mau tidak mau harus melakukan persiapan atau perencanaan.
Apabila pertunjukan musik bertujuan meningkatkan apresiasi penonton terhadap musik, maka sasaran mutu dan kualitas lagu harus dapat membuat sejumlah penonton ingin menonton kembali.

Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun lagu adalah sebagi berikut:

  1. Memahami tema acara pertunjukan musik.
  2. Memahami maksud dan tujuan tema acara pertunjukan musik.
  3. Memahami sasaran penonton/penikmat musik.
  4. Pemilihan lagu-lagu disesuaikan dengan tema acara pertunjukan musik.
  5. Memperhitungkan durasi per lagu (± 4-5 menit)
  6. Struktur urutan lagu disesuaikan dengan tema acara pertunjukan musik (intensitas rendah, sedang, tinggi).

Ditulis oleh: Agustiano (http://www.facebook.com/crist.a.ii.1)

Cara Mudah Menginstall Windows 7 (Lengkap dengan gambar)

Bagi yang belum pernah menginstall windows 7 ke komputer atau laptop. berikut cara menginstall windows 7 lengkap dengan gambar gambarnya. Langkah-langkah ini baik dengan menggunakan media DVD ataupun media lain seperti memakai flashdisk adalah sama, baik itu untuk versi 32bit maupun versi 64bit, bagi yang belum punya instalasi windows7 menggunakan media flashdisk silahkan dilihat cara menginstall windows 7 menggunakan flashdisk di sini.

Masukkan DVD windows 7 atau colokkan flashdisk windows 7 kita, dan kemudian booting lah memakai media yang telah kita pilih, lalu proses loading file akan dimulai.
win7-a

Pilih bahasa Anda, waktu & format mata uang, keyboard atau metode input dan klik Next.
win7-b

Klik Install now
win7-c

Contreng “I accept the license terms” dan klik Next.
win7-d

Klik Upgrade jika Anda sudah mempunyai versi Windows sebelumnya atau Custom (advanced) jika anda tidak memiliki versi Windows sebelumnya atau ingin menginstal salinan baru Windows 7.
win7-e

(Lewati langkah ini jika Anda memilih Upgrade dan hanya memiliki satu partisi) Pilih drive mana Anda ingin menginstal Windows 7 dan klik Next. Jika Anda ingin membuat partisi, klik opsi Drive options (advanced), buatlah partisi dan kemudian klik Next.
win7-f

Sekarang akan dimulai menginstal Windows 7. Langkah pertama, (yaitu Windows mulai menyalin file) sudah dilakukan ketika anda booting DVD/fd Windows 7 sehingga akan selesai seketika.
win7-g

Setelah menyelesaikan langkah pertama, ia akan memperluas (decompress) file yang telah disalin.
win7-h

Langkah ketiga dan keempat juga akan diselesaikan langsung seperti langkah pertama.
win7-i

win7-j

Setelah itu secara otomatis akan restart setelah 15 detik dan melanjutkan setup. Anda juga dapat klik Restart now untuk restart tanpa perlu menunggu.
win7-k

win7-l

win7-m

Setelah restart untuk pertama kalinya, proses setup akan dilanjutkan. Ini adalah langkah terakhir sehingga akan mengambil waktu yang agak lama daripada langkah sebelumnya.
win7-n

Sekarang akan otomatis restart lagi dan melanjutkan setup. Anda dapat klik Restart now untuk restart tanpa perlu menunggu.

win7-p

win7-o

win7-q

Ketik nama pengguna yang Anda inginkan dalam kotak-teks dan klik Next. Nama komputer akan otomatis terisi.
win7-r

Jika Anda ingin mengatur sandi, ketik di kotak teks dan klik Next.
win7-s

Ketik kunci produk Anda dalam kotak-teks dan klik Next. Anda juga dapat melewatkan langkah ini dan cukup klik Next jika Anda ingin mengetik kunci produk nanti. Windows akan berjalan hanya selama 30 hari jika Anda melakukan ini.
win7-t

Pilih opsi yang Anda inginkan untuk Windows Update.
win7-t

Pilih zona waktu dan klik Next.
win7-u

Jika anda terhubung ke jaringan apapun, ia akan meminta Anda untuk menetapkan lokasi jaringan.
win7-u

win7-v

Nah selesai sudah proses penginstallan windows7 baik dengan menggunakan flashdisk maupun DVD.


Semoga bermanfaat.🙂

Kepada Para Mujahid

Di dalam cangkir Qolbunya, telah menggelegak luapan cinta, gairah kerinduan, hasrat keasyikan, renungan penuh gairah serta perhatian dan tawajuh yang tumpah.

Keseluruhan dirinya, keakuannya yang total, telah bersimpuh dalam setiap desah nafasnya, karena Qolbu yang sudah mekar benih cinta itu kini bersulam benang ihsan.

Satu debaran kesadaran luhur, dzikir yang sempurna, penumpahan aku yang senantiasa merasa disorot oleh kamera ILLahiyah.

Dia tidak pernah merasa sendiri, kalau toh berdua, dia segera waspada bahwa ada yang ketiga, selalu ada DIA SANG MAHA KEKASIH.

Kalau saja ada yang melecehkan dirinya, menghinakan dirinya, atau bahkan merenggut jiwanya,…dia tak peduli, tidak akan bergeming, bahkan bergeser sekejab pun dari SHIROTHOL MUSTAQIM, jalan yang hanya satu “The Golden Gate” yang tidak bisa, niscaya harus dia tempuh.

Qolbunya bersenandung, hinakan diriku, asalkan DIA tidak menghinakan aku.

Lupakan diriku wahai ke-fanaan dunia, asalkan DIA mengingatkan aku dalam kelestarianNYA.

Campakkan aku dari biduk lapuk ini, asalkan gairahku tetap mampu berenang menuju pulau RIDHAMU.

Ah……adakah engkau mau renggut jiwaku…..! Ambillah…! Tetapi engkau sekalipun tidak pernah mampu merenggut cintaku kepadaNYA……

Panji-panji cinta telah terpancang, tidak mungkin aku berkhianat, bahkan terlintaspun dalam fikiranku tidak pernah hadir.

Derap para Mujahid, genderang dzikir , serta cahaya risalah adalah prajurit yang telah diselubungi misykat, nur, yang benderang. Maka siapapun yang memandang shaf para mujahid ini…dia akan silau karena mereka yang silau ini telah tenggelam dalam dulumat kedurjahanaan dunia yang fana.

Wahai dunia…..!

Pandanglah aku…..!

Sia-sialah engkau, bersolek hanya untuk menggodaku….

Nafasmu pendek, polesanmu palsu…

Dengarkan wahai para durjana, penyembah kepalsuan fana….

Derap Mujahid…..

Genderang dzikir…

Soneta Kasih….

Dan keperwiraan para syuhada….

Akan merobek dadamu yang penuh tipuan itu….

TIDAK !….sekali-kali TIDAK !….untuk kompromi….apalagi menjilat sumpah yang tumpah….

Polesanmu yang artifisial itu, akan kugubah dengan keabadian cinta

Nafasmu yang pendek penuh bara, darah , dan nanah….

Akan kugubah dengan nafas wewangian, burung merpati, mawar dan…salam…

YA RAHMAN……YA RAHIM……

Engkaulah pelimpah kasih dari segala kasih.

Engkaulah pelimpah Kuasa dari segala yang berkuasa

Cintaku tumpah hanya padaMU

Kami akan tetap berjalan  diatas titian Mustaqim ini, jalan keselamatan yang tidak pernah terlintas segumpal keraguan walau sebijih jarah pun…didalam cangkir Qolbuku, hanya cintakulah yang kini mengejar ke langit.

Illahi anta maksudi, wa ridhoka matlubi, atini mahabbataka wa ma’rifataka……

Sabar

Makna dan pengertian sabar, seharusnya benar-benar menghujam di dalam sanubari setiap muslim. Sebab, bukanlah kategori seorang muslim apabila di dalam rohnya tidak terdapat semangat sabar ini, karena Alloh SWT sendiri memberikan jaminannnya, bahwa doa hanyalah bersama orang yang sabar itu.

Suatu cita-cita yang tinggi.
Apabila seseorang memulai melangkah, halangan pun pasti banyak, jalan yang dilalui pun pasti sukar. Bertambah mulia dan tinggi yang dituju, bertambah sukarlah yang dihadapi. Menegakkan kalimat Alloh, memancarkan tonggak tauhid di persada alam, memberantas perhambaan diri kepada yang selain Alloh.
Nah, hal itu menuntut semangat baja, hati yang teguh dan pengorbanan-pengorbanan yang tidak mengenal lelah.

Betapapun mulianya cita-cita seseorang, kalau hati tidak teguh dan tidak ada ketahanan, tidaklah maksud akan tercapai. Nabi-nabi terdahulu khususnya para Ulul ‘Azmi semuanya telah menempuh jalan itu dan semuanya menghadapi kesulitan. Kemenangan mereka hanya pada kesabaran.

Hal ini bisa ditekankan, kalau sudah mengklaim pengikut Muhammad SAW. wajiblah sabar, sabar menderita, sabar menunggu hasilnya ada yang dicita-citakan. Janganlah hendak gelisah tetapi hendaklah tetap hati. Sabar karenanya dapat diartikan: “tetap mantap dan konsekuen dalam menempuh perjalanan”.

Di dalam sabar itu pula lah terkandung, makna “istiqomah”. Semangat jihad dan Taffaquh. Sabar bukanlah ikan mati, yang boleh hanyut kemana saja arus sungai membawa dirinya. Sabar bukanlah fatalism atau keputusasaan. Apalagi frustasi, tidak!

Sampai seratus satu kali kalimat sabar tersebut dalam Al Quran. Sabar adalah refleksi dinamis dari semangat ketangguhan berjuang. Sabar adala etos kerja yang tidak mengenal lelah dan menyerah. Sabar adalah gelombang samudra yang menggelora.

Hanya dengan sabar orang dapat mencapai apa yang dimaksud. Hanya dengan sabar menyampaikan nasehat kepada orang yang lalai. Hanya dengan sabar kebenaran dapat ditegakkan.

Nah, sebab itu sabar memiliki makna yang equivalent secara umum dengan arti tawakkal. Dan sabar sebagai suatu aplikasi taqwa agar mendapat rahmad/ keberuntungan dari Alloh SWT.

“Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan dari rosul-rosul (Ulul ‘Azmi) telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu perjalanan yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fisik”. (Q.S. Al-Ahqaaf 46:35)

“Hai anakku, dirikanlah sholat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Alloh)”. (Q.S. Luqman 31: 17)

Kita diminta untuk sabar, lebih sabar lagi dar siapun, terorganisir dan taqwa kepada Alloh SWT. Niscaya kemenangan ditanganmu!

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan di negerimu) dan bertaqwalah kepada Alloh, supaya kamu beruntung/mendapat kemenangan”. (Q.s. Ali Imraan 3:200).

Khatimah pengunci surat Ali Imraan (2:200), adalah ayat yang menggedor dinamika, kesiagaan serta kewaspadaan diri yang maha dasyat.

Yach, surat pemungkas Ali Imraan diatas, hendaknya kita tafakuri dengan tafsiran yang dinamis dan penuh semangat perjuangan, sarat dengan etos kerja.

“……wahai orang-orang yang menjadikan Qur’an dan sunnah rosul-NYA sebagai sikap hidup”.

Tegakkan dan periharalah imanmu-banyaklah kesulitan yang kamu hadapi terlebih menuju tujuan yang suci. Musuh yang nyata dari luar (kaum kafir) dan dari dalam (kaum munafik) mengincarmu.

Dan ada lagi musuh yang berbahaya, musuh yang tidak tampak yakni hawa nafsumu sendiri. Maka kendalikan imanmu, periharalah imanmu agar cita-citamu berhasil wahai orang-orang yang beriman! ……

“Tetap mantaplah dalam cita-citamu!”

Tahan hati, teguh, sabar menahan nafsu, sabar mengendalikan diri, baik waktu bertahan ataupun waktu melangkah/menyerang, sabar sedang cobaan menimpa, dan sabar melakukan perintah Alloh SWT.……

“Lebih mantap lagi dari sainganmu!”

Tingkatkan kesabaranmu, perkuatkan kesabaranmu, sebab pihak musuhpun tentu akan memakai alat sabar pula di dalam menghadapinmu. Maka tangkislah sabar mereka dengan sabarmu. Untuk itu kebesaranmu harus lebih kuat, karena barang siapa yang lebih tahan lama, itulah yang akan menang, laksana menahan nafas menyelam di dalam air. Barang siapa yang lebih singkat nafasnya dialah yan lebih dahulu keluar dari dalam air.……

“Organisasikanlah gerakanmu”

Bersiap-siap terus, bersiap-siaga terus. Perkuat penjagaan, kokohkan penjagaan dan kewaspadaanmu, awasi terus batas-batas duniamu, sehingga kalau ada penyerbuan tiba-tiba, kita telah siap selalu.…….

“Dan taqwalah kepada Alloh”

Yach, hendaklah taqwa kepada Alloh. Di sinilah terletak kunci yang sebenarnya dari butir-butir sebelumnya. Karena barang siapa yang tidak lupa akan Alloh, maka dengan kehendak Alloh, tidaklah dia akan lupa akan dirinya.……

“Niscaya, pastilah engkau sukses, menang”

Penyebab kunci yakni taqwa kepada Alloh merupakan syarat mutlak. Supaya kamu mendapat kemenangan. Dengan semangat sabar inilah, kita hendaklah mampu mengubah kemujudan dengan kecerahan fikir dan dzikir.

Sabar adalah juga merupakan kwalitas iman dan tawakkal

“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal soleh, sesungguhnya akan kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal, (yaitu) yang bersabar dan tawakkal kepada tuhannnya”. (Q.S. Al-Ankabuut 29:58-59)

“Mengapa kami tidak menyerahkan diri kepada Alloh, padahal Dia telah menunjukakan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan sabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Alloh saja orang-orang yang bertawakkal itu, berserah diri”. (Q.S. Ibrahim 14:12)

Tawakkal ‘alallah, yach… menyerahkan dan mempercayakan diri bulat-bulat kepada Alloh. Gelanggang perjuangan dalam menempuh cita-cita yang dihadapi, segala kesulitan yang datang silih berganti, bala dan bencana yang bertemu di tengah jalan, segala itu hanya dapat diatasi oleh mukmin yang tawakkal kepada Alloh SWT. Bertawakkal dan berusaha, berserah diri dalam melakukan tugas, mempercayakan diri sewaktu menunaikan amanat perjuangan. Menyerahkan diri bulat-bulat dalam memegang keyakinan dan memperjuangkan keyakinan itu.

Sabar adalah juga merupakan sifat-sifat ahlaq yang tertinggi.

“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang sabar”. (Q.S. Fush Shilat 41:35)

“Dan sesungguhnya orang-orang yang sabar terhadap gangguan orang dan memberi maaf  kepada yang menzhalimi adalah orang-orang yang utama karena yang sesungguhnya demikian itu termasuk urusan yang diutamakan”. (Q.S. Asy-Syura 42:43)

Sabar adalah modal dasar dalam perjuangan. Dalam kehidupan dan kegiatan kita kerap bertemu dengan kegagalan dan kejatuhan. Jatuh dan bangun kembali, rebah dan tegak lagi. Berpantang menyerah ditelan oleh kenyataan, maju dengan tenaga baru dan semangat baru. Dan bahwasannya bukanlah mudah hidup itu, yang kadang-kadang harus berkuah air mata, tetapi pula harus tabah menghadapi kesulitan, karena turun dan naik nasib adalah silih berganti, keadaan tidak tetap demikian saja.

Dan Tuhan-pun telah berfirman:

“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpah musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillahi wa innaa ilaihi rojiuun”. (Q.S. Al Baqoroh 2:155-156)

“Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kamu agar kamu mengetahui orang-orang yang berjihat dan bersabar diantara kamu, dan agar kami menyatakan (baik buruknya) hal ikhwalmu”. (Q.S. Muhammad 47:31)

Pada lain ayat, tuhan menekankan perihal sabar.

“Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir diantara mereka”. (Q.S. A Insaan 76:24)

“Dan sabarlah, karena tidak ada kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Alloh, dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan”. (Q.S. An Nahl 16:127)

“Mudah-mudahan keselamatan atas kamu lantaran kesabaran kamu; maka alangkah baiknya balasan akhirat itu”. (Q.S. Ar-Ra’ad 13:24)

Kesabaran, gigih dan ulet dalam mengendalikan jalan perjuangan, menempuh segala kelok dan liku. Itulah semangat dan jiwa setiap pejuang (kesungguhan dalam melaksanakan tugas hidup)

Lihatlah! Kesabaran air dalam perjuangan menuju laut kemenangan!

Dari puncak gunung yang tinggi dia turun ke bawah, melalui semak dan belukar, menempuh lebat dan kayu besar. Dengan sabar dia turun memenuhi lembah dan serasah. Setelah itu dia berjalan terus ke depan dengan penuh harapan. Di tengah jalan bertemu dengan batu besar, dia bersibak dan berkuak sebentar ke kiri dan ke kanan, akhirnya bertemu kembali, bersatu lagi. Dalam perjalanan yang jauh, sinar matahari terik mengancam dirinya, hendak menelan dan melenyapkan dirinya menjadi uap. Dia menembus perut bumi dan masuk ke dalam tanah, setelah udara sejuk dia keluar lagi menampakkan diri seperti biasa, meneruskan perjalanan. Dia berjalan terus, … dan dengan kesabaran yang dimilikinya itu, dia sampai kelautnya kemenangan dan kejayaan.