Sabar

Makna dan pengertian sabar, seharusnya benar-benar menghujam di dalam sanubari setiap muslim. Sebab, bukanlah kategori seorang muslim apabila di dalam rohnya tidak terdapat semangat sabar ini, karena Alloh SWT sendiri memberikan jaminannnya, bahwa doa hanyalah bersama orang yang sabar itu.

Suatu cita-cita yang tinggi.
Apabila seseorang memulai melangkah, halangan pun pasti banyak, jalan yang dilalui pun pasti sukar. Bertambah mulia dan tinggi yang dituju, bertambah sukarlah yang dihadapi. Menegakkan kalimat Alloh, memancarkan tonggak tauhid di persada alam, memberantas perhambaan diri kepada yang selain Alloh.
Nah, hal itu menuntut semangat baja, hati yang teguh dan pengorbanan-pengorbanan yang tidak mengenal lelah.

Betapapun mulianya cita-cita seseorang, kalau hati tidak teguh dan tidak ada ketahanan, tidaklah maksud akan tercapai. Nabi-nabi terdahulu khususnya para Ulul ‘Azmi semuanya telah menempuh jalan itu dan semuanya menghadapi kesulitan. Kemenangan mereka hanya pada kesabaran.

Hal ini bisa ditekankan, kalau sudah mengklaim pengikut Muhammad SAW. wajiblah sabar, sabar menderita, sabar menunggu hasilnya ada yang dicita-citakan. Janganlah hendak gelisah tetapi hendaklah tetap hati. Sabar karenanya dapat diartikan: “tetap mantap dan konsekuen dalam menempuh perjalanan”.

Di dalam sabar itu pula lah terkandung, makna “istiqomah”. Semangat jihad dan Taffaquh. Sabar bukanlah ikan mati, yang boleh hanyut kemana saja arus sungai membawa dirinya. Sabar bukanlah fatalism atau keputusasaan. Apalagi frustasi, tidak!

Sampai seratus satu kali kalimat sabar tersebut dalam Al Quran. Sabar adalah refleksi dinamis dari semangat ketangguhan berjuang. Sabar adala etos kerja yang tidak mengenal lelah dan menyerah. Sabar adalah gelombang samudra yang menggelora.

Hanya dengan sabar orang dapat mencapai apa yang dimaksud. Hanya dengan sabar menyampaikan nasehat kepada orang yang lalai. Hanya dengan sabar kebenaran dapat ditegakkan.

Nah, sebab itu sabar memiliki makna yang equivalent secara umum dengan arti tawakkal. Dan sabar sebagai suatu aplikasi taqwa agar mendapat rahmad/ keberuntungan dari Alloh SWT.

“Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan dari rosul-rosul (Ulul ‘Azmi) telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu perjalanan yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fisik”. (Q.S. Al-Ahqaaf 46:35)

“Hai anakku, dirikanlah sholat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Alloh)”. (Q.S. Luqman 31: 17)

Kita diminta untuk sabar, lebih sabar lagi dar siapun, terorganisir dan taqwa kepada Alloh SWT. Niscaya kemenangan ditanganmu!

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan di negerimu) dan bertaqwalah kepada Alloh, supaya kamu beruntung/mendapat kemenangan”. (Q.s. Ali Imraan 3:200).

Khatimah pengunci surat Ali Imraan (2:200), adalah ayat yang menggedor dinamika, kesiagaan serta kewaspadaan diri yang maha dasyat.

Yach, surat pemungkas Ali Imraan diatas, hendaknya kita tafakuri dengan tafsiran yang dinamis dan penuh semangat perjuangan, sarat dengan etos kerja.

“……wahai orang-orang yang menjadikan Qur’an dan sunnah rosul-NYA sebagai sikap hidup”.

Tegakkan dan periharalah imanmu-banyaklah kesulitan yang kamu hadapi terlebih menuju tujuan yang suci. Musuh yang nyata dari luar (kaum kafir) dan dari dalam (kaum munafik) mengincarmu.

Dan ada lagi musuh yang berbahaya, musuh yang tidak tampak yakni hawa nafsumu sendiri. Maka kendalikan imanmu, periharalah imanmu agar cita-citamu berhasil wahai orang-orang yang beriman! ……

“Tetap mantaplah dalam cita-citamu!”

Tahan hati, teguh, sabar menahan nafsu, sabar mengendalikan diri, baik waktu bertahan ataupun waktu melangkah/menyerang, sabar sedang cobaan menimpa, dan sabar melakukan perintah Alloh SWT.……

“Lebih mantap lagi dari sainganmu!”

Tingkatkan kesabaranmu, perkuatkan kesabaranmu, sebab pihak musuhpun tentu akan memakai alat sabar pula di dalam menghadapinmu. Maka tangkislah sabar mereka dengan sabarmu. Untuk itu kebesaranmu harus lebih kuat, karena barang siapa yang lebih tahan lama, itulah yang akan menang, laksana menahan nafas menyelam di dalam air. Barang siapa yang lebih singkat nafasnya dialah yan lebih dahulu keluar dari dalam air.……

“Organisasikanlah gerakanmu”

Bersiap-siap terus, bersiap-siaga terus. Perkuat penjagaan, kokohkan penjagaan dan kewaspadaanmu, awasi terus batas-batas duniamu, sehingga kalau ada penyerbuan tiba-tiba, kita telah siap selalu.…….

“Dan taqwalah kepada Alloh”

Yach, hendaklah taqwa kepada Alloh. Di sinilah terletak kunci yang sebenarnya dari butir-butir sebelumnya. Karena barang siapa yang tidak lupa akan Alloh, maka dengan kehendak Alloh, tidaklah dia akan lupa akan dirinya.……

“Niscaya, pastilah engkau sukses, menang”

Penyebab kunci yakni taqwa kepada Alloh merupakan syarat mutlak. Supaya kamu mendapat kemenangan. Dengan semangat sabar inilah, kita hendaklah mampu mengubah kemujudan dengan kecerahan fikir dan dzikir.

Sabar adalah juga merupakan kwalitas iman dan tawakkal

“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal soleh, sesungguhnya akan kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal, (yaitu) yang bersabar dan tawakkal kepada tuhannnya”. (Q.S. Al-Ankabuut 29:58-59)

“Mengapa kami tidak menyerahkan diri kepada Alloh, padahal Dia telah menunjukakan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan sabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Alloh saja orang-orang yang bertawakkal itu, berserah diri”. (Q.S. Ibrahim 14:12)

Tawakkal ‘alallah, yach… menyerahkan dan mempercayakan diri bulat-bulat kepada Alloh. Gelanggang perjuangan dalam menempuh cita-cita yang dihadapi, segala kesulitan yang datang silih berganti, bala dan bencana yang bertemu di tengah jalan, segala itu hanya dapat diatasi oleh mukmin yang tawakkal kepada Alloh SWT. Bertawakkal dan berusaha, berserah diri dalam melakukan tugas, mempercayakan diri sewaktu menunaikan amanat perjuangan. Menyerahkan diri bulat-bulat dalam memegang keyakinan dan memperjuangkan keyakinan itu.

Sabar adalah juga merupakan sifat-sifat ahlaq yang tertinggi.

“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang sabar”. (Q.S. Fush Shilat 41:35)

“Dan sesungguhnya orang-orang yang sabar terhadap gangguan orang dan memberi maaf  kepada yang menzhalimi adalah orang-orang yang utama karena yang sesungguhnya demikian itu termasuk urusan yang diutamakan”. (Q.S. Asy-Syura 42:43)

Sabar adalah modal dasar dalam perjuangan. Dalam kehidupan dan kegiatan kita kerap bertemu dengan kegagalan dan kejatuhan. Jatuh dan bangun kembali, rebah dan tegak lagi. Berpantang menyerah ditelan oleh kenyataan, maju dengan tenaga baru dan semangat baru. Dan bahwasannya bukanlah mudah hidup itu, yang kadang-kadang harus berkuah air mata, tetapi pula harus tabah menghadapi kesulitan, karena turun dan naik nasib adalah silih berganti, keadaan tidak tetap demikian saja.

Dan Tuhan-pun telah berfirman:

“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpah musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillahi wa innaa ilaihi rojiuun”. (Q.S. Al Baqoroh 2:155-156)

“Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kamu agar kamu mengetahui orang-orang yang berjihat dan bersabar diantara kamu, dan agar kami menyatakan (baik buruknya) hal ikhwalmu”. (Q.S. Muhammad 47:31)

Pada lain ayat, tuhan menekankan perihal sabar.

“Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir diantara mereka”. (Q.S. A Insaan 76:24)

“Dan sabarlah, karena tidak ada kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Alloh, dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan”. (Q.S. An Nahl 16:127)

“Mudah-mudahan keselamatan atas kamu lantaran kesabaran kamu; maka alangkah baiknya balasan akhirat itu”. (Q.S. Ar-Ra’ad 13:24)

Kesabaran, gigih dan ulet dalam mengendalikan jalan perjuangan, menempuh segala kelok dan liku. Itulah semangat dan jiwa setiap pejuang (kesungguhan dalam melaksanakan tugas hidup)

Lihatlah! Kesabaran air dalam perjuangan menuju laut kemenangan!

Dari puncak gunung yang tinggi dia turun ke bawah, melalui semak dan belukar, menempuh lebat dan kayu besar. Dengan sabar dia turun memenuhi lembah dan serasah. Setelah itu dia berjalan terus ke depan dengan penuh harapan. Di tengah jalan bertemu dengan batu besar, dia bersibak dan berkuak sebentar ke kiri dan ke kanan, akhirnya bertemu kembali, bersatu lagi. Dalam perjalanan yang jauh, sinar matahari terik mengancam dirinya, hendak menelan dan melenyapkan dirinya menjadi uap. Dia menembus perut bumi dan masuk ke dalam tanah, setelah udara sejuk dia keluar lagi menampakkan diri seperti biasa, meneruskan perjalanan. Dia berjalan terus, … dan dengan kesabaran yang dimilikinya itu, dia sampai kelautnya kemenangan dan kejayaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s